Selamat Datang di Begalor.com :

Kolom Ian Sancin

Ian Sanchin

Ian Sancin adalah seorang penulis yang aktif mengulas tentang kebudayaan Bangka Belitung Pendiri Komunitas pondok oxygen dan salah seorang pendiri Sapir Institute ini menjadi Salah satu kontributor di begalor.com harapan dan perhatian semua pihak terhadap kebudayaan lokal Bangka Belitung.

Archives

Your Advertisement Add your advertisement here

Serpihan Armageddon Jatuh di Pulau Belitung


Kontributor : arizal
Beri komentar  ( 8 )


Begalor.com Sebuah batu Meteor besar melebihi bumi atau lebih dikenal oleh para ahli Astronomi Armageddon terdeteksi dari setelip  luar angkasa meluncur ke bumi dengan kecepatan yang sangat luar biasa, batu meteor itu diperkirakan dalam beberapa bulan kemudian akan menabrak dan menghancurkan bumi dan seisinya para Ahli astronomi ruang angkasa berkumpul untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran itu, Batu meteor tersebut hanya bisa dihancurkan dengan menanamkan bom nuklir ke dalam lapisan batu meteor tersebut, lalu para astronot meluncur untuk melakukan misi tersebut, Cahaya kemilauan terlihat dari bumi dan batu meteor tersebut terpecah menjadi dua, sepihanya batu meteor menghantam bumi menghancurkan gedung-gedung di berbagai Negara namum bumi terselamatkan dari benturan dasyat. Tulisan diatas merupakan adegan dari film Hollywood,  yaitu Armageddon  

Namun di Pulau Belitung serpihan batu Meteor dari langit merupakan daya tarik sendiri sebagai batu yang unik untuk hiasan yang dipasangkan pada emas, seperti kalung, giwang, bros  cincin, tongkat komando dan tasbih oleh pengerajin perhiasan yang lebih dikenal dengan istilah kerajinan Satam, salah satunya pengerajin tersebut adalah Firman Zulkarnain yang biasa dipanggil Firman Satam pria kelahiran pulau Belitung ini yang tinggal di desa Pangkalalang Tanjungpandan telah menekuni usaha ini selama 19 tahun dan telah membawa nama pulau Belitung dikenal secara Nasional maupun Internasional lewat berbagai pameran baik didalam negeri ataupun diluar negeri, berbagai penghargaan telah diterimahnya salah satunya adalah penghargaan Asean Development Citra Award 2007-2008,  yang di anugrahi oleh Asean programme Consultant Indonesia Consortium. Dan firman pun selalu tidak melewati setiap acara akbar ulang tahun kota Jakarta yaitu Jakarta Internasional Exfo, walau tanpa dukungan dari pemerintah daerah kabupaten Belitung. Sebagai bentuk promosi souvenir satam, seperti kali ini di Jakarta Fair 2008 Firman mewakili Kabupaten Belitung di stand Propinsi Bangka Belitung begitu menurut Firman para pengunjung sangat antusias untuk membeli ataupun sekedar melihat-lihat kerajinan satam yang berbagai bentuk, Sovenir satam yang di jual firman dari harga 100 ribu sampai satu juta rupiah, namun dipasaran banyak juga satam yang palsu di jual dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan keuntungan, untuk mengetahui satam yang asli letakan telapak tangan diatas satam maka akan terasa medan energi.


Soevenir Satam ini mungkin hanya satu-satunya yang ada didunia yang berasal dari pulau Belitung, meski demikian tidaklah mudah untuk mendapatkan satam di pulau Belitung untuk dijadikan kerajianan, biasanya para pengerajin mendapatkan Batu satam dari para penambang timah darat, mereka menemukan satam ini secara kebetulan dari perut bumi dengan kedalaman 50 meter, yang terbawah oleh pipa pompa penghisap air yang akan di arahkan kesakan yaitu tempat untuk memisahkan pasir dan timah. Istilah satam diambil oleh bahasa warga keturunan china yang berada di pulau Belitung SA yang artinya pasir sedangkan TAM artinya empedu. Jadi satam berarti empedu pasir sedangkan warga pribumi Belitung sendiri mengartikan satam adalah Batu hitam. Namun keterangan dari buku de Ontwikkeling Van het Eiland Bilitton, Van De Billiton maatschappij karangan door J C mollema yang diterbitkan S graven Maartinus Nijhoff 1922 . seorang berkebangsaan Belanda yang bernama Ir.N Wing Eston dari akademi Amesterdam Belanda menamain bebatuan meteor ini dengan istilah Billitonite yang artinya batu pulau Belitung, batu ini berasal dari luar angkasa meledak beberapa ribu tahun yang lalu  dan sepihan-sepihan kecil partikel kaca berkilauwan bagai hujan jatuh kebumi  menyebar ke beberapa daerah seperti pulau Jawa didekat Solo, Arab, Australia, Cekoslowakia lalu terbenam didalam permukaan tanah hingga air memahat bebatuan ini membentuk guratan-guratan berupa ukiran-ukiran alami yang indah, sedangakan warna hitam dari batu ini berasal dari pencampuran zat asam karbon dan zat mangan meski demikian tidak diketemukan lagi bebatuan ini didaerah lain selain Pulau Belitung untuk di buat berbagai kerajianan perhiasan.


Batu satam juga di kalangan masyarakat Belitung dipercaya mempunyai kekuatan magis sebagai penangkal penolak racun dan unsur makhluk-gaib berupa jin, untuk hal ini boleh percaya atau tidak namun sebagian wisatawan yang berkunjung ke pulau ini selalu ingin menyempatkan diri membeli Souvenir ini sebagai cendramata khas Pulau Belitung


Penulis Ki Agus Wahyudi.



Beri Komentar untuk artikel ini
Nama Anda
Komentar:
Email
Website
 
*)Komentar yang anda kirim akan di tampilkan setelah editor kami meng- approvenya



 
Pengirim : Purnama
Email :
di_akhir_juli@yahoo.com
Website : http://fsqcairo.blogspot.com
Komentar :
Artikelnya, membumi bang, Satam mimang benar benar khas Belitong, tapi dengar dengar, uje e, parang nok bagus, kalok decampor Satam, benar ke itu...
Anyway, sambil baca artikel ini, terngiang ngiang, lagu Satam (lagu Belitong) di kepala. Tentang pak Firman ini, aku sudah dengar sejak lama, terutama karena ada kenalan dekat yang juga punya bisnis serupa namanya Pak Syahmadi yang tinggal di Penyok Gantong.


 
Pengirim : Raizuanmetro
Email :
raizuanmetro@yahoo.co.id
Website : http://
Komentar :
Assalamu,alaikum wr wb, selamat malam Ki Agus Wahyudi dan Bang Ian Sanchin. Saya Raizuanmetro, kembali ingin bertanya-tanya layaknya seorang yang belum banyak mengerti tentang standar penulisan untuk dikirim ke situs Begalor.Com yang saudara-saudara asuh ini, yang saya pikir dan saya renungkan sangat bagus(luar biasa) ini. Maksud saya adalah standar aturan penulisan, gaya bahasa, bentuk kerangka tulisannya seperti apa? Karena nanti seandainya saya kirim tulisan, namun tanpa harus mengetahui bentuk standar yang memang baku oleh situs Begalor.Com, ya berarti akan merubah standar yang ada itu sendiri.
Saya rasa itu saja pertanyaan saya, dan saya mohon dan berharap ada penjelasan yang cukup mendetail dari pihak situs Begalor.Com sendiri agar sauya dapat mempelajarinya lebih mendalam, dan saya juga mohon dikirim ke e-mail saya seperti yang sudah pernah dikirim tempo hari. Terimakasih sebelumnya dan ini sebagai suatu bentuk kerjasama yang sangat luar biasa.
Wassalam.
Sungailiat, 12 November 2008
Tertanda
Raizuan

Jawab
Pada dasar nya ini Web site komunitas, diperuntukan bagi masyarakat Bangka Belitung untuk berbagi informasi. lewat tulisanya. dan artikel yang dibuatnya.
Dan tidak ada setandar baku ataupun gaya bahasa.
yang penting tulisan bisa di mengerti semua pihak

Keinginan Saya sebagai admin menjadikan begalor.com sebagai perpanjangan informasi untuk semua pihak. Yang artinya dari kita untuk kita...

Salam hangat
Ki Agus Wahyudi


 
Pengirim : ena
Email :
terena_ena@yahoo.co.id
Website : http://terena15.multiply.com
Komentar :
kame nok di belitong aja susa nyarik'e uda gitu mahal pulak,gimane mun urang belitong di muraek hargenye, tul ke bang



Records 1 to 3 of 8

Next Last

Profile Feature

Mansyur Karya-karya grafik Mansyur yang dibuat dengan teknik cungkil harbot (hardboard cut), sedari awal memang memmikat. Hal ini tak hanya lantaran secara teknik ia menguasai karena kualitas seni grafik salah satunya bertumpu pada teknik, namun juga pada kekayaan obyek yang digarapnya.
More Profile



 

Content Programming & Authoring By Kiagus Wahyudi
Copyright © 2007 begalor.com :: Powered by: tohalabs.com