Selamat Datang di Begalor.com :

Kolom Ian Sancin

Ian Sanchin

Ian Sancin adalah seorang penulis yang aktif mengulas tentang kebudayaan Bangka Belitung Pendiri Komunitas pondok oxygen dan salah seorang pendiri Sapir Institute ini menjadi Salah satu kontributor di begalor.com harapan dan perhatian semua pihak terhadap kebudayaan lokal Bangka Belitung.

Archives

Your Advertisement Add your advertisement here

Surat untuk Presiden RI


Kontributor : Kontributor Umum
Beri komentar  ( 3 )


Begalor.com Pulau mendanau mempunyai potensi alam yang bagus menurut Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan United Nation Environmental Programme (UNEP)/South China Sea Project wilayah Kecamatan Selat Nasik dengan luas sekitar 133.500 km2 menyimpan sumber daya alam yang berlimpah. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya laut yang bernilai ekonomi tinggi seperti mangrove, sebaran karang, serta biota laut yang terkandung di dalamnya.
Selain kekayaan dari sumber daya laut, wilayah ini juga menyimpan potensi sumber daya wilayah darat, seperti hutan dan hasil pertanian/perkebunan yang diusahakan oleh masyarakat. Dibawah ini adalah surat dari saudara Deky untuk Presiden RI Yang mewakili dari FORUM MASYARAKAT MENDANAU KECAMATAN SELAT NASIK J1. Pak Mangga RT.13 / RW.05 No.17 Pangkallalang Tanjungpandan Belitung - BABEL

----------------------------------------

Dengan hormat


Dengan ini terlebih dahulu kami mohon maaf jika kedatangan surat kami dari FORUM MASYARAKAT MENDANAU yang ke dua kalinya ini mengganggu waktu Bapak. Bersama ini kami masyarakat Kecamatan Selat Nasik (Mendanau / Kepulauan Propinsi Bangka Belitung) bermaksud menyampaikan permasalahan yang timbul semenjak hadirnya perusahaan tambang bouksit (PT. PAMIN KANAAN) yang beroperasi / beraktifitas di Mendanau yang telah mendapat izin Bupati No. 002/SKPKPD/DPE - 3 Maret 2008 dengan alih fungsi lahan hutan produktif dan juga tanah desa / wilayah yang dialihfungsikan menjadi lahan tambang.

Dengan adanya aktivitas penambangan yang dilakukan atas dasar-dasar yang sangat jelas melanggar Undang-undang RI No. 27 tahun 2007 dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 41 Tahun 2000 tentang Pemberdayaan pulau kecil dan pesisir serta larangan melakukan aktivitas penambangan di area pulau yang luasnya kurang dari 2.000 km2 yang hanya boleh dilakukan aktivitas konservasi, perikanan dan pariwisata haI ini mengakibatkan KERESAHAN di masyarakat dimana area pulau Mendanau luasnya hanya 137 Km2. Sedangkan kecamatan selat Nasik (Mendanau) telah ditetapkan sebagai ETALASE KELAUT AN DAN PERIKANAN WILAYAH BAGIAN BARAT INDONESIA

Dengan banyaknya kelompok masyarakat nelayan dan keramba apung (KJA) juga masyarakat perkebunan / petani karet yang telah hidup turun temurun dengan damai.

Keresahan masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya aktivitas penambangan bauksit semakin memperparah hubungan silaturahmi antara keluarga dan sesama desa, yang mendapat janji-janji dari perusahaan dan akhirnya melepaskan assat tanah kebunnya untuk eksploitasi tambang. Permasalahan ini bermula dari Perubahan Revisi Tata Ruang TH 2000-2010 yang tidak memperbolehkan tambang menjadi Perubahan Revisi Tata Ruang 2005-2015 yang memperbolehkan tambang di Mendanau. Tetapi setelah diverifikasi ke masyarakat Kecamatan Selat Nasik (Selat Nasik-Petaling-Suak Gual) melalui Ketua Pansus Perubahan Revisi Tata Ruang Bapak ISYAK MEIROBIE, S.Sn. (Komisi I DPRD Kabupaten Belitung) dengan 56 TANDA TANGAN yang sebenamya adalah DAFTAR HADIR DENGAR PENDAPAT

 
untuk persetujuan Perubabahn Revisi Tata Ruang tersebut. Pada prinsipnya 90% masyarakat Kecamatan Selat Nasik tersebut tidak menyetujui adanya tambang di Mendanau. Tetapi dari Pemkab Belitung dan DPRD Kabupaten Belitung, ke-56 daftar hadir tersebut dijadikan acuan untuk merevisi PERDA Tata Ruang R T / R W tanpa persetujuan dan sosiaIisasi Kemasyarakat Mendanau.


Maka dari itulah kami masyarakat Mendanau mengharapkan kepedulian dan bantuan Bapak untuk mengembalikan fungsional wilayah Mendanau yang sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan
yang berlaku di wilayah NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI) bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bebitung harus MENEGAKKAN PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN NKRI selain tegas dan berwibawa serta menciptakan ketenangan / kedamaian di Kecamatan Selat Nasik
Mendanau seperti sedia kala. Berikut ini kami sampaikan berkas-berkas yang dapat di jadikan acuan bagi Bapak sebagai bahan untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu
Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan dan besar harapan kami agar permasalahan ini ditanggapi dengan segera dari Bapak Presiden RI dan Departemen terkait


FORUM MASYARAKAT MENDANAU
KECAMATAN SELAT NASIK .(MENDANAU)


DEKY SISWOYO
Koordinator

HP 081319773170


Berita Photo Tambang diselat Nasik

Tembusan :
1. Bapak Menteri Pertambangan dan Energi di Jakarta
2. Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta
3. Bapak Menteri Pertanian di Jakarta
4. Bapak Menteri Kehutanan di Jakarta
5. Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta
6. Bapak Menteri Hukum dan HAM di Jakarta
7. Bapak Kepala Departemen Dalam Negeri di Jakarta
8. Bapak Ketua KPK di Jakarta
9. Bapak Ketua DPR RI di Jakarta

10.Bapak Kapolri Rl di Jakarta
11.Bapak KEJAGUNG di Jakarta
12.Bapak KAJ A TI di Pangkal Pinang
13.Bapak KAJARI Belitung di Tanjungpandan
14.Bapak Gubernur Prop. Babel di Pangkal Pinang
15.Bapak Kapolda Babel di Pangkal Pinang
16.Bapak Kapolres Belitung di Tanjungpandan
17.Bapak Ketua DPRD TK I Prop Babel di Pangkal Pinang
18.Bapak Ketua DPRD TK II Kabupaten Belitung di Tanjungpandan
19.Bapak Bupati Belitung di Tanjungpandan
20.Wahana Lingkungan Hidup di Jakarta
21.LIPI
22.Arsip

Beri Komentar untuk artikel ini
Nama Anda
Komentar:
Email
Website
 
*)Komentar yang anda kirim akan di tampilkan setelah editor kami meng- approvenya



 
Pengirim : Deka
Email :
decoz_aliuyup04@yahoo.co.id
Website : http://
Komentar :
Nok namenye ngambik dari dalam tanah trus isak e dak dikemasek tetap dak bagus.dak peduli walau belitong terkenal e karne timah..
ngomong2 kemane siaran kite??


 
Pengirim : putra
Email :
putra_belitung@rocketmail.com
Website : http://
Komentar :
Untuk penambangan d daerah selat nasik, mungkin merupakan suatu tindakan yang sangat tidak benar untuk di lakukan, dan merupakan pelanggaran lingkungan yang sangat berat, saya setuju dengan itu, yang karena lahan untuk penambangan di daerah tersebut sangat tidak memungkinkan untuk adanya penambangan.

Tetapi kalau komentar di bawah ini, merupakan argumen yang sangat memojokan sekali,
Jangan lah lupa, Belitung Maju karena timah, belitung terkenal karena timah,
bahkan orang yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah,
mayoritas orang tua bekerja di timah,
semua orang di dunia ini membutuhkan timah,
ContOh?????????,
di jawa dulu sampai sekarang masih ada daerah yang belum ada lampu(penerangan),
tapi di belitung, contoh gantung, dari dulu sudah ada lampu(penerngan). dan yang salah, tidak ada hubungannya timah dengan tempat maksiat,
sekarang yang harus di benarkandi belitung adalah akhlak dari setiap masing-masing orang dan pengetian dari setiap masing2 orang tentang cara pemanfaatan dan pemeliharaan lahan yang seusai dan baik,
saya tidak bangga tentang penyebutan belitung sebagai negeri laskar pelangi,
yang Saya rasakan(MALU),
Okelah belitung menjadi terkenal maju,
tetapi Di kenal sebagai Daerah Miskin,,
yang padahal masyarakatnya berkecukupan,,

Jawab
Terima kasih Aprisiasinya terhadap Begalor.com
cerite kite bersame membangun dan mengembangankan informsi Pulau Belitongi

salam hangat
Admin Begalor.com
Ki Agus Wahyud


 
Pengirim : Antonius Uston
Email :
tonn_rumahpanggong@yahoo.co.id
Website : http://
Komentar :
Sejak jaman Penjajahan Belanda.. Timah tidak membuat "Rakyat Belitung" hidup terhormat secara Hakiki..Semua Semu..Dari Generasi ke generasi selalu dihantu rasa takut..takut jikalau timah habis dibumi Belitung..Takut kehilangan kehormatan sebagai negeri pensuplay timah?!?!

Saya berharap sesegera mungkin harga timah berada pada level terendah yakni Rp.0,- (nol rupiah).

Lalu kita tersentak, kaget, marah, stress..bahkan mungkin banyak yang bakal bunuh diri!!! Tanyakan kepada MKT yang sempat mengalami putus asa berkepanjangan yang saat itu merasa lebih baik mati dari pada tidak menjadi Karyawan Timah..

Percayalah...ketika timah sudah tidak bernilai lagi banyak persoalan di belitung bisa terselesaikan tanpa kita sadar bahwa telah terjadi perubahan Prilaku besar2an di negeri LASKAR PELANGI!!!

BBM dijamin lancar kembali...
tak ada lagi yang antri kerakusan BBM...
Tempat-tempat maksiat perlahan2 kehilangan pelanggan..
Aparat dijamin akan banyak waktu dirumah bersama keluarga..
Lingkungan dijamin secara perlahan-lahan pulih kembali..
Air sungai dijamin akan jernih kembali..
Tanah akan hijau kembali karena rakyat dalam keterbatasannya akan segera mulai sadar bahwa Bertani/berkebun/berume jauh lebih ariff!!

Lautpun akan semakin biru...karena aktifitas melaut akan semakin dicintai!!! WISATA BAHARIPUN
AKAN SEMAKIN MENDAPAT TEMPAT TERHORMAT...

BANGSA BESAR..
TIDAK DIUKUR DARI BERAPA BANYAK JUMLAH KEKAYAAN SUMBER DAYA ALAMNYA...
BANGSA BESAR..
DIUKUR DARI BERAPA BANYAK JUMLAH SUMBER DAYA MANUSIANYA YANG CERDAS..YANG BISA MERUBAH TANAH KERING MENJADI SUBUR..










Records 1 to 3 of 3

Profile Feature

Mansyur Karya-karya grafik Mansyur yang dibuat dengan teknik cungkil harbot (hardboard cut), sedari awal memang memmikat. Hal ini tak hanya lantaran secara teknik ia menguasai karena kualitas seni grafik salah satunya bertumpu pada teknik, namun juga pada kekayaan obyek yang digarapnya.
More Profile



 

Content Programming & Authoring By Kiagus Wahyudi
Copyright © 2007 begalor.com :: Powered by: tohalabs.com