Selamat Datang di Begalor.com :

Kolom Ian Sancin

Ian Sanchin

Ian Sancin adalah seorang penulis yang aktif mengulas tentang kebudayaan Bangka Belitung Pendiri Komunitas pondok oxygen dan salah seorang pendiri Sapir Institute ini menjadi Salah satu kontributor di begalor.com harapan dan perhatian semua pihak terhadap kebudayaan lokal Bangka Belitung.

Archives

Your Advertisement Add your advertisement here

Sekilas Suku sawang dan Kesenianya


Kontributor : Yanto
Beri komentar  ( 3 )


Begalor.com Suku Sawang adalah salah satu suku yang ada di Pulau Belitung. Selain Suku Sawang ada juga Suku lainnya seperti Suku Lingge, Suku Ulim, Suku Juru dan Suku Parak.


Kesenian Suku Sawang pun saat ini sudah mendekati kepunahan. Apa bila tidak kita lestarikan. Tapi dengan hadirnya sosok seorang yang peduli ataupun melestarikan kesenian Suku Sawang ini patut di banggakan. "Bang Deris atau Pak Deris panggilan akrab sehari-harinya pekerjaan beliau adalah nelayan sebagai mata pencahariannya. Lahir di tengah-tengah pemukiman Suku Sawang dengan nama Idris Said yang mana Ibunya Harna Binti Sahari yang asli Desa Cendil pulau Belitung dan Ayahandanya Said Bin Ahmad dari Johor Malaysia. Idris Said lahir 19 November 1949 dirumah  Panjang Bedeng di kampung Birok. Pulau Belitung


Walau Idris bukan asli dari Suku Sawang namun darah seninya mengalir dan kentalnya budaya suku sawang disekitarnya membuatnya menjadi seorang Penari yang handal, ini diwariskan langsung dari sesepuh suku sawang pendahulu kepada Idris, Kesenian Suku Sawang telah mengental didalam nadi beliau. dan selayaknyalah Idris merupakan narasumber untuk mempelajari tentang kesenian serta sejarah Suku Sawang.


Bang Idris yang panggilan sehari-hari saat ini di percaya untuk memimpin kesenian Suku Sawang yang di beri nama Sanggar Ketimang Burong. Bang Idris juga tidak mau keseniannya di panggil dengan nama Campak Laut karena kata campak hanya untuk Campak Darat. dan istilah suku Sekak beliau sangat tidak setuju sebab nama Suku sekak tidak ada dalam catatan perjalan suku laut dipulau Belitung yang ada ialah Suku Sawang, Suku Lingge, Suku Ulim, Suku Juru dan Suku Parak. Sedangkan kesenian Suku Sawang  sangat beragam. yaitu selain kesenian Buang jong ada juga tarian dan lantunan lagu yang bersair pantun. Adapun Tarian dari kesenian Suku Sawang terbagi dua yaitu Tarian Ritual dan Tarian Adat, Tarian Ritual mencakup  Tari Pencak Silat, Tari Kuda Dareng, Tari Ancak, Tari Jitun, Tari Mancing Ikan, Tari Numbak Duyung, Tari Simbang Raje, Tari Lanun, Tari Simbe Gelumbang dan masih banyak lagi tarian didalam suku Sawang yang untuk di Ritualkan. Sedangkan Tarian Adat mencakup. Tari Sampan Ngeleng. Tari Cingadek, Tari Sembah Raje ,Tari Bulan Terang kelima belas, Tari Bedaek, Tari Beluncong, Tari Ketimang Burong, Tari Telusor Tebing, Tari Gajah Menunggang, Tari Nyalui, Tari Aku Berayun, Tari Mate Angin dan masih banyak lagi tarian untuk Adat Suku Sawang. kemudian Kerajinan dari suku Sawang adalah Tikar Tagem yaitu Tikar Besar,Kajang  Sejenis Tenda untuk di perahu.


Sair atau lagu di suku sawang  juga tak kalah menariknya yang  merupakan aset budaya yang harus kita lestarikan. Adapun Satu keinginan dari Bang Idris yang saat ini sebagai ketua sekaligus pelatih dari kesenian Suku Sawang Sanggar Ketimang Burong adalah untuk tampil  mempromosikan berbagai kesenian Suku laut di luar pulau Belitung dengan Para Penari sanggarnya agar kesenian ini bisa dikenal oleh masyarakat secara Nasional.


Dalam catatan perjalanan berkesenian Sangar Ketimang Burong telah ikut serta meramaikan berbagai event tampil didaerah Belitung dan Event ini terkadang sipatnya hanya sementara ketika sanggar mereka dibutukan seperti Internasonal Sailing untuk menjawab ini semua selayaknyalah dari dinas Parawisata memperhatikan Sanggar ketimang Burong yang di bawah asuhan Bang Idris ini juga sekaligus sebagai narasumber tentang suku sawang untuk terus memberi binaan serta dukunganya dalam hal kebutuhan Sanggar serta stategi promosi sebab ini juga aset dari kekayaan pulau Belitung dalam melestarikan kesenian Suku Sawang.


Narasumber : IDRIS SAID KETUA KESENIAN SUKU SAWANG SANGGAR KETIMANG BURUNG /Kontributor Yanto


Beri Komentar untuk artikel ini
Nama Anda
Komentar:
Email
Website
 
*)Komentar yang anda kirim akan di tampilkan setelah editor kami meng- approvenya



 
Pengirim : Ian Sancin
Email :
-
Website : http://
Komentar :
Suku Sawang yang kita kenal sekarang adalah juga bagian dari beberapa suku "Urang laut" yang penyebarannya meliputi dari laut China Selatan hingga Pulau Belitung. Di kawasan Perairan Riau hingga Selatan Belitung mereka menjadi suku yang dominan menguasai laut pada zamannya. Abad ke 17 mereka dikendalikan beberapa Penguasa wilayah setempat. Urang-urang laut itu terkenal dengan kegiatan perompakan. suku yang terkenal di masa itu suku Lanoa yang disebut Lanun berasal dari Teluk Lanoa Sulu Filipina. Sejarah panjang suku laut yang membuat mereka mengganas menjadi perompak adalah saat Spanyol menguasai tanah air mereka di Filipina selatan tahun 1521. Spanyol mengusir penduduk aslinya termasuk penduduk Mindanao, Spanyol menyebut mereka orang Moro karena identik dengan Islam Moroko di Spanyol. Penyebaran orang Filipina selatan yang menjadi Urang Laut sampai ke Perairan Riau Dan Belitung. kita mengenal adanya pulau Moro di Perairan Riau dan Pulau Mendanau di Perairan Belitung. Kita kemudian mengenal nama Suku Sekak yang berasal dari nama suku asli Filipina Sakai.

 
Pengirim : tris
Email :
saputra_classmild@yahoo.co.id
Website : http://
Komentar :
saya sebelumnya juga pernh mendengar tentang suku sawang ini. kalau boleh tau, mereka menetapnya didesa mana y?

Di jalan baru Tanjungpandan belitung


 
Pengirim : Hendra Leonar di Universitas Bangka Belitung
Email :
informasi.teknologi@gmail.com
Website : http://www.ubb.ac.id/featurelengkap.php
Komentar :
Artikel2 di website ini bagus2, dan sangat khas sekali dengan provinsi Bangka Belitung, yang isinya bahkan lebih lengkap menggambarkan kekayaan budaya bangka belitung daripada website2 resmi pemda yang menggembar gemborkan wisata babel tapi tampaknya sedikit sekali ulasan pengenalan terhadap budaya lokal kita. Salut sekali buat Begalor.com ini, ditunggu artikel2 selanjutnya...
NB. Artikel ini dan beberapa artikel2 lainnya kami masukkan juga ke website universitas bangka belitung di http://www.ubb.ac.id silahkan di cek.

Jawab
Terima kasih Atas Aprisiasi Begalor.com
saya berharap rekan-rekan yang lain juga bisa menyumbangkan tulisan mengenai Budaya dan Adat istiadat Bangka Belitung..Web site komunitas ini sengaja di Bangun dari kita untuk kita..dengan oriantasi menginformasikan budaya kita secara Nasional, info didalam web ini dipersembahkan untuk masyarakat luas..
untuk menjadi kontributor tulisan bisa masuk ke Logim kontributor dengan USER Name= user dan Password = User

Salam hangat
Ki Agus Wahyudi
Admin Begalor.com




Records 1 to 3 of 3

Profile Feature

Mansyur Karya-karya grafik Mansyur yang dibuat dengan teknik cungkil harbot (hardboard cut), sedari awal memang memmikat. Hal ini tak hanya lantaran secara teknik ia menguasai karena kualitas seni grafik salah satunya bertumpu pada teknik, namun juga pada kekayaan obyek yang digarapnya.
More Profile



 

Content Programming & Authoring By Kiagus Wahyudi
Copyright © 2007 begalor.com :: Powered by: tohalabs.com