Biodata Ian Sancin
Lahir di Tanjung pandan Belitung pada 23 Mei 1963, menetap di Pangkalpinang tahun 1980. Sebagian besar aktivitas kesehariannya adalah membaca dan menulis. Tahun 1985 aktif di Teater dan salah satu naskahnya dengan judul Fatamorgana memenangkan lomba pementasan se Kotamadya Pangkalpinang.
Mempublisir tulisan ke berbagai media masa dimulai tahun 1986 cerpen pertamanya di majalah Famili dengan judul “Duka Biru” Tahun 1991 bergabung dengan kelompok Jurnalis LEMJURI, Jakarta. Tahun 1996 bergabung dengan kelompok diskusi ASH-SHIDDIQ INTELLECTUAL FORUM, Bandung.
Pada tahun 2000, memenangkan lomba cerpen Bangka Pos dengan judul “Limpai” dan pada tahun yang sama, dengan beberapa teman, mendirikan Lembaga Kebudayaan AKAR. Tahun 2001 bergabung dengan Ikatan Penulis Dan Jurnalis Indonesia IPJI.
Puisinya tercatat di beberapa antologi, di antaranya antologi puisi penyair se Sumatera “Memburu Makna ke Padang Kata” tahun 2002. Tahun 2003 bergabung dengan Perkumpulan DEMOS Jakarta, dalam riset masalah demokrasi di Bangka Belitung. Tahun 2003 menjadi peserta aktif Kongres Cerpen se Indonesia Tanjungkarang Lampung. Tahun 2004, menjadi anggota tim penulisan buku sejarah “Catatan Sejarah Terbentunya Provinsi Bangka Belitung”. Tahun 2005
menjadi peserta aktif Kongres Cerpen se Indonesia di Pekanbaru Riau.
Tahun 2006 ikut mendirikan lembaga kajian “Pusaran Arus Pemikiran Baru” atau SAPIR INSTITUTE, dan mengemban jabatan direktur bidang Lintas Sosial Budaya. Tahun 2007 namanya tercatat di kumpulan Penyair se Indonesia dalam “142 Penyair Menuju Bulan” Saat ini aktif menulis serta memberdayakan budaya Bangka Belitung, juga menulis artikel, essai, cerpen, puisi, skenario film lepas dan lainnya.